Teknologi
Maasyiral
Muslimin Rahimakumullah,
Adalah benar
kata-kata bijak yang menyebutkan bahwa “Dengan Teknologi, Hidup Jadi Mudah dan
dengan Agama Hidup Jadi Terarah.” Di tengah cepatnya perubahan, kita merasakan
bagaimana kia dimudahkan dalam menjalankan aktivitas kehidupan sekarang dengan berbagai
penemuan teknologi. Kini seolah-olah dunia sudah ada dalam genggaman kita
dengan hanya memegang smartphone. Bekerja, mencari kebutuhan, berinteraksi,
beribadah, sampai dengan hiburan, semuanya sudah tersedia hanya dengan
menggerakkan jari kita.
Menghadapi kondisi ini,
kita harus menguatkan pegangan kita pada Islam sebagai agama yang mengarahkan
dan membawa keselamatan hidup di dunia dan juga akhirat. Agama menjadi panduan
yang memberikan arah di tengah kompleksitas dunia modern. Agama menjadi kekuatan
transformatif yang mampu menjadi penuntun di tengah kegelisahan umat dan
ketidakpastian zaman.
Di tengah modernitas ini,
agama lebih dari sekadar pelipur lara. Agama menjadi energi positif yang
menggerakkan kita menuju kehidupan yang lebih bermakna dengan
menjaga stabilitas moral, nilai, dan panduan hidup di tengah perubahan besar
yang sering membingungkan. Oleh karenanya, Allah telah mengingatkan kepada umat
Islam untuk berpegang teguh pada agama sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an
surat Ali Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا
تَفَرَّقُوْا ۖ
Artinya: “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah
bercerai berai,”.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Ta'ala
Pentingnya berpegang teguh pada agama di era modern saat ini karena agama
merupakan pondasi moral dan etika dalam bermuamalah. Di era disrupsi, teknologi
dan perubahan sosial dapat membawa tantangan moral baru, seperti maraknya
hoaks, bullying, pornografi, dan konsumerisme berlebihan. Agama memberikan
panduan moral yang jelas untuk membedakan antara yang benar dan salah, membantu
individu tetap teguh pada prinsip yang baik.
Perubahan yang cepat, sering kali membuat orang terjebak dalam tekanan
kebingungan, kecemasan, dan kehilangan arah. Nilai-nilai agama seperti
ketenangan dalam berdoa, syukur, dan tawakal memberikan ruang untuk merenung
dan menjaga keseimbangan spiritual dan emosional. Dengan agama kita akan
mendapatkan nasihat bagaimana langkah terbaik dalam menghadapi kehidupan
ini.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قُلْنَا لِمَنْ؟، قَالَ صلى الله عليه وسلم: للهِ وَلِكِتَابِهِ
وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ (رواه مسلم)
Artinya: “Agama memerintahkan nasihat,” ditanyakan
kepada Nabi: Kepada siapa?, Nabi menjawab: “kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya,
para pemimpin kaum muslimin dan kepada kaum muslimin secara umum (yang bukan
pemimpin).”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Ta'ala
Berpegang teguh pada agama di era disrupsi bukan
berarti menolak perubahan atau teknologi, tetapi menjadikannya alat untuk
kebaikan.
Dengan agama, seseorang dapat memanfaatkan kemajuan
teknologi sambil tetap memelihara nilai-nilai luhur, menjaga integritas, dan
menjalani hidup dengan penuh makna. Ingatlah bahwa teknologi
adalah washilah (perantara) bukan ghayah (tujuan). Kita harus memanfaatkan
teknologi dengan baik dengan nilai-nilai agama yang tertancap kuat dalam diri
kita. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan dan petunjuk oleh Allah SWT
dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Amiin.
Komentar
Posting Komentar