Judi dan Pinjaman Online
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Terlebih tren saat ini, judi online dan Pinjaman online banyak
bermunculan di media sosial yang mengiming-imingi masyarakat dengan penghasilan
yang banyak dan pinjaman instan padahal sebaliknya hanya akan menjerumuskan
dan menyengsarakan.
Allah berfirman dalam surah (QS Al-Baqarah: 219)
يَسْـَٔلُوْنَكَ
عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ
وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ
ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ
Artinya: ”Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang
khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa
manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada
manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka
infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang
diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu
berpikir." (QS Al-Baqarah: 219)
Allah juga mengingatkan di ayat lain:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ
مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan
anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah
(perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung." (QS Al-Maidah: 90)
Selain judi online yang membawa banyak mudarat, perlu juga diwaspadai tren
pinjaman online yang menawarkan kemudahan dalam pendanaan dan pembiayaan. Jika
tidak selektif dan berhati-hati, kita bisa terjebak dalam utang yang penuh
dengan riba. Terlebih saat ini bermunculan banyak ragam lembaga keuangan online
yang tidak berbadan hukum dan menawarkan dana yang bunganya sangat tinggi
sehingga masyarakat tidak bisa mengembalikannya. Karena terjerat utang dengan bunga
tinggi ini, maka akhirnya harta benda habis untuk membayarnya. Naudzubillah
mindzalik.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Masyarakat juga perlu
mewaspadai pinjaman online yang bisa sewaktu-waktu menjerumuskan. Perlu
disadari beberapa hal tentang pinjaman online di antaranya tingginya bunga.
Pinjaman online seringkali memiliki tingkat bunga yang sangat tinggi. Orang
yang meminjam bisa mengalami kesulitan serius dalam membayar kembali pinjaman
karena beban bunga yang berat. Akibatnya, pinjaman online dapat menjadi
perangkap utang, terutama jika seseorang tidak dapat membayar tepat waktu.
Denda dan bunga tambahan dapat membuat jumlah utang semakin besar.
Selain itu akan muncul risiko penipuan dan keamanan karena ada pihak yang
memanfaatkan kebutuhan mendesak seseorang untuk mendapatkan pinjaman. Secara
jangka panjang, mengandalkan pinjaman online untuk kebutuhan sehari-hari dapat
menyebabkan ketidakstabilan keuangan dan masalah pembayaran pengembalian.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Dengan mengetahui hal ini, maka sudah seharusnya di zaman
yang serba mudah ini, kita juga tidak boleh memudahkan dan menggampangkan semua
dan mudah terjebak dalam tindakan-tindakan yang bisa menyengsarakan kehidupan
kita dan keluarga. Sangat penting bagi kita untuk benar-benar berhati-hati
dalam bertindak dan menghindari penipuan-penipuan yang dilakukan secara online
termasuk mewaspadai bahaya judi online dan pinjaman yang memberatkan keuangan.
Kita disyariatkan untuk bekerja dengan baik untuk mencari
rezeki yang baik. Setelah itu, kita diajarkan bertawakkal dan berserah diri
kepada Allah karena Ia lah yang telah mengatur rezeki setiap makhluk di muka
bumi ini. Rasulullah bersabda:
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ،
لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا، وَتَرُوحُ بِطَانًا (رواه
أحمد وابن ماجه والحاكم)
Artinya: “Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan
sebenar-benar tawakkal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian
seperti Ia memberikan rezeki kepada burung. Burung-burung itu keluar di pagi
hari dalam keadaan perut kosong dan kembali ke sarang-sarangnya dalam keadaan
perut yang terisi penuh.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Semoga kita senantiasa diberikan hidayah dan rahmat Allah
swt dalam mencari rezeki yang halal dengan cara yang halal. Semoga kita
dihindarkan dari perbuatan-perbuatan yang dapat menjadikan kehidupan kita
sengsara. Amin
Komentar
Posting Komentar